Rasio Rentabilitas (Profitability Ratio) – Rumus, Penjelasan, Soal dan Jawaban

6 min read

Rasio rentabilitas profitability ratio

Rasio Rentabilitas (Profitability Ratio)

Rasio Rentabilitas atau Profitability Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat perolehan keuntungan dibandingkan dengan penjualan atau aktiva pada periode tertentu. Artinya, rasio rentabilitas ini berkaitan erat dengan kelangsungan hidup perusahan. Rumus umum yang dipakai untuk menghitung rasio rentabilitas ini sendiri adalah laba (L) per Modal (M).

Rumus Rasio Rentabilitas

Rasio Rentabilitas =  Jumlah Laba / Modal yang digunakan x 100%

Berdasarkan pengertian yang sudah diungkap di atas, dapat diketahui bahwa rasio rentabilitas biasa dipakai perusahaan untuk menilai kemampuannya dalam mendapat laba yang berkaitan dengan kelangsungan perusahaan tersebut.

Melalui perhitungan rasio rentabilitas ini pula bisa diketahui kondisi kesehatan perusahaan. Secara sederhananya, semakin besar rasionya maka semakin baik kondisi keuangan perusahaan.

Faktor yang mempengarui rentabilitas

  • Volume penjualan.
  • Efisiensi manajemen terutama dalam hal menekan biaya.
  • Produktivitas tenaga.
  • Biaya modal.

Jenis-Jenis Rasio Rentabilitas Berdasar Sumber Modal

Berdasarkan sumber modalnya, ada dua jenis rasio rentabilitas yang perlu diketahui yaitu rentabilitas usaha dan rentabilitas ekonomi.

1. Rentabilitas Usaha

Rentabilitas Usaha atau biasa juga disebut rentabilitas modal sendiri merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang berasal dari modal keuangan milik pribadi alias tidak memperhitungkan modal asing.

Laba yang diperhitungkan untuk menghitung rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi dengan modal asing dan pajak perseroan atau income tax EAT (Earning After Tax). Sedangkan modal yang diperhitungan hanyalah modal sendiri yang bekerja di dalam perusahaan.

Rumus Rentabilitas Usaha:

EAT / Modal Sendiri x 100%

2. Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas ekonomi merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang berasal dari modal asing dan modal pribadi. Oleh karena itu, pengertian rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba. Salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya rentabilitas ekonomi ini adalah profit margin.

Rumus Rentabilitas Ekonomi:

Laba / Modal x 100%

Rentabilitas Ekonomis

Rentabilitas ekonomis adalah kemampuan untuk menghasilkan laba dari keseluruhan modal, baik modal asing maupun modal sendiri, yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Untuk mencari besarnya rentabilitas ekonomis dapatlah digunakan rumus sebagai berikut:

RE = Lk / MA + MS x 100%

Ket:

RE = Rentabilitas
Lk = Laba kotor
MA = Modal asing
MS = Modal Sendiri

3. Rentabilitas Modal Sendiri

Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan untuk menghasilkan laba dari sejumlah modal sendiri  yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Rentabilitas modal sendiri dapat dicari dengan menggunakan rumus:

RMS = Lb / MS x 100%

Keterangan:

RMS = Rentabilitas Modal Sendiri
Lb = Laba bersih (sesudah bunga dan pajak)
MS =   Modal Sendiri (Modal Saham)

Rentabilitas ekonomis dan Rentabilitas modal sendiri mempunyai kaitan yang sangat erat, dan saling mempengaruhi dalam setiap keputusan yang diambil. Beberapa kriteria yang dapat dipakai untuk mengambil keputusan adalah:

Apabila rentabilitas lebih kecil dari tingkat bunga modal asing, lebih baik menggunakan modal sendiri, sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan dengan apabila digunakan modal asing.

Apabila rentabilitas ekonomis lebih besar dibanding dengan tingkat bunga modal asing, maka akan lebih baik digunakan modal asing, sebab rentabilitas modal sendiri  akan lebih besar dibandingkan apabila menggunakan modal asing.

Rentabilitas modal sendiri selalu diusahakan besar karena dengan makin besarnya rentabilitas modal sendiri,  maka deviden akan semakin besar pula.

Rasio rentabilitas profitability ratio
Rasio Rentabilitas (Profitability Ratio) – Rumus, Penjelasan, Soal dan Jawaban. Ilustrasi dan sumber foto: Pixabay

Jenis-Jenis Perhitungan Rasio Rentabilitas

Ada lima jenis rasio rentabilitas yang dipakai untuk proses perhitungannya. Kelima hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Profit Margin

Profit margin merupakan cara menghitung kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam tingkat penjualan tertentu. Rasio ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menekan biaya-biaya atau ukuran efisiensi pada periode tertentu. Jika rasionya semakin besar berarti menunjukkan kondisi perusahaan yang semakin baik.

Rumus profit margin:

Profit Margin = Laba Bersih / Penjualan x 100%

  1. Gross Profit Margin (Marjin Laba Kotor)

Gross profit margin adalah perbandingan pendapatan laba kotor yang didapat perusahaan dibandingkan dengan besarnya tingkat penjualan pada periode yang sama. Perhitungan rasio ini untuk mengetahui seberapa besar laba kotor yang didapatkan perusahaan sebelum dikurangi dengan beberapa biaya operasional serta produksi. Ini artinya, nilai rasio yang semakin besar menunjukkan kondisi keuangan perusahaan yang semakin baik.

Rumus profit margin:

Gross Profit Margin = Laba Kotor / Penjualan Bersih x 100%

  1. Net Profit Margin (Marjin Laba Bersih)

Net profit margin adalah rasio yang membandingkan antara laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari penjualan terhadap efisiensi seluruh kegiatannya, seperti produksi, administrasi, pemasaran, pendanaan, dan manajemen pajak. Semakin tinggi rasionya maka menunjukkan semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada tingkat penjualan tertentu.

Rumus net profit margin:

Net Profit Margin = Laba Bersih setelah pajak / Penjualan Bersih x 100%

  1. Return on Investment (ROI)

Return on Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya untuk menutupi biaya yang dikeluarkan untuk investasi. Keuntungan yang dipakai untuk menutupi biaya investasi tersebut adalah laba bersih setelah dikenakan pajak (EAT).

Rumus return on investment:

ROI = Laba Bersih setelah Pajak / Investasi x 100%

  1. Return on Assets (ROA)

Return on Assets (ROA) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan cara mengandalkan seluruh aktiva yang dimilikinya. Keuntungan yang digunakan untuk menutupi aset ini adalah laba sebelum terkena bunga pajak dan pajak (EBIT).

Rumus return on assets:

ROA = EBIT / Total Aktiva x 100%


Apa Pentingnya Menghitung Rasio Rentabilitas pada Usaha?

Saat Anda menghitung seluruh rasio keuangan dan keuntungan pada bisnis Anda, secara tidak langsung Anda juga menghitung rasio profitbilitas dan rentabilitas secara bersamaan. Semua rasio yang Anda hitung adalah penting terutama dalam pengambilan keputusan bisnis Anda.

Perhitungan pada setiap rasio yang tepat akan menghasilkan wawasan yang dapat memberikan gambaran tentang keseluruhan usaha Anda, mulai dari laba rugi, modal yang telah dikeluarkan, dan hal lain yang mungkin bisa Anda improvisasi dalam bisnis.

Kesulitan untuk menghitung rasio rentabilitas dan profitabilitas? Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi Accurate Online untuk otomatisasi penghitungan segala rasio dalam bisnis Anda.

Accurate Online adalah software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap dan memiliki lebih dari 200 jenis laporan keuangan yang akan berguna bagi pengembangan usaha Anda. Semua laporan keuangan ini akan tersaji cara otomatis, cepat dan mudah.


Contoh Cara Menghitung Rasio Rentabilitas

Berikut contoh laporan keuangan dari perusahaan PT. X:

Nilai (Rp)

Aktiva

Aktiva Lancar

  Kas

2.000.000

  Piutang

3.000.000

  Persediaan

2.000.000

Total Aktiva Lancar

7.000.000

Aktiva Tetap

  Tanah

1.000.000

  Bangunan

1.000.000

  Etalase

500.000

Total Aktiva Tetap

2.500.000

TOTAL AKTIVA

9.500.000

Pasiva

  Utang Lancar

5.000.000

  Utang Jangka Panjang

7.000.000

  Modal Sendiri

5.000.000

Total Pasiva

17.000.000

Laporan Laba Rugi

Nilai (Rp)

Penjualan

10.000.000

HPP

5.000.000

Laba Kotor

5.000.000

Biaya Lain

1.000.000

Laba Usaha (EBIT)

4.000.000

i (10%)

400.000

EBT

3.600.000

Tax (10%)

360.000

Laba Bersih (EAT)

3.240.000

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terdapat dua jenis Rasio Rentabilitas yang bisa digunakan, yaitu Rentabilitas Usaha dan Rentabilitas Ekonomi.

Rentabilitas Usaha

Rentabilitas  = EBIT/Modal Sendiri x 100% = 4.000.000/5.000.000 x 100%

= 80%

Ini artinya perusahaan mendapat keuntungan 80% jika dilihat dari modal sendiri.

Rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas  = EBIT/Total Aktiva x 100% = 4.000.000/9.500.000 x 100%

= 42%

Ini artinya perusahaan mendapat keuntungan 42% jika dilihat dari keseluruhan modal.

Kesimpulan

Pada intinya semua perusahaan ingin mendapat rasio Rentabilitas yang tinggi, bukan hanya soal nominal labanya yang besar. Rentabilitas ini bisa menjadi tolok ukur bagi manajemen perusahaan untuk melihat kondisi keuangan perusahaannya. Hasil tersebut juga penting untuk pihak manajerial keuangan dalam merencanakan strategi di masa mendatang.


Return On Investment (ROI) | Pengembalian Investasi | Rumus, Contoh Soal dan Jawaban


Contoh Soal dan Jawaban Rasio Rentabilitas

1. PT RITA pada tahun 1979 telah memiliki modal  sebesar Rp.20.000.000 yang terdiri atas Rp.10.000.000, sebagai modal sendiri dan Rp.10,000.000 sebagai modal asing.

Tahun 1980 perusahaan merencanakan akan memperluas usahanya. Untuk itu diperlukan modal tambahan sebesar Rp.10.000.000 dengan harapan laba dapat meningkat menjadi Rp.4.500.00. Pertanyaan: Dari sumber manakah tambahan modal akan di ambil bilamana diketahui bunga modal asing 12% dan pajak perseroan sebesar 45%?

Penjelasan:

Apabila rentabilitas lebih kecil dari tingkat bunga modal asing, lebih baik menggunakan modal sendiri, sebab rentabilitas modal sendiri akan lebih besar dibandingkan dengan apabila digunakan modal asing.

Jawaban:

Rentabilitas Ekonomis = Lk / MA + MS x 100%

= 4.500.000 / 30.000.000 =x 100%

= 15%

Rentabilitas ekonomi (15%) lebih besar daripada 12%, sehingga lebih baik digunakan modal asing.

Rentabilitas modal sendiri dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:

Tambahan dengan modal asingTambahan dengan modal sendiri
Laba kotor4.500.0004.500.000
Bunga 12%2.400.0001.200.000
2.100.0003.300.000
Pajak 45%945.0001.485.000
Laba bersih1.155.0001.815.000
RMS1.155.000/10.000.000 x 100% = 11,5%1.815.000/20.000.000 x 100% = 9,075%

2. Misalkan tingkat bunga 18% pertahun dan data lainnya sama seperti pada contoh 1 . Dalam hal ini akan lebih baik apabila digunakan modal sendiri, sebab rentabilitas modal sendiriya akan lebih besar.

Tambahan dengan modal asingTambahan dengan modal sendiri
Laba kotor4.500.0004.500.000
Bunga 12%3.600.0001.800.000
900.0002.700.000
Pajak 45%405.0001.215.000
Laba bersih495.0001.485.000
RMS495.000/10.000.000 x 100% = 4,95%1.485.000/20.000.000 x 100% = 7,425%

Penjelasan:

Apabila rentabilitas ekonomis lebih besar dibanding dengan tingkat bunga modal asing, maka akan lebih baik digunakan modal asing, sebab rentabilitas modal sendiri  akan lebih besar dibandingkan apabila menggunakan modal asing.

3. Contoh Perhitungan Net Profit Margin. Misalnya berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, penjualan bersih atau net sales PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk adalah sebesar Rp. 27.063.310.000.000. Sedangkan laba bersih setelah bunga dan pajak perusahaan dengan kode saham SIDO ini adalah sebesar Rp.2.064.650.000.000. Ditanya: Berapa margin laba bersih atau net profit margin dari PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk?

Jawaban:

Net profit margin = (Laba bersih setelah bunga dan pajak : Penjualan bersih) x 100%

Net profit margin ­= (Rp.2.064.650.000.000 : Rp.27.063.310.000.000) x 100% = 7,63%

Jadi net profit margin dari PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk adalah sebesar 7,63%. Angka tersebut menunjukan kinerja dari PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk cukup baik.

Hal tersebut dikarenakn nilai dari net profit margin melebihi dari standar industry yaitu sebesar 5%. Dengan demikian PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dengan cukup baik menetapkan harga produknya dan berhasil menekan biaya yang ada.

4. Contoh Perhitungan Return on Equity. Misalnya dalam laporan keuangan per 31 Desember 2022, laba bersih PT Garam Tbk adalah sebesar Rp.117.500.000.000. Sedangkan total ekuitas biasa atau  adalah sebesar Rp.940.000.000.000. Ditanya: Berapakah rasio pengembalian ekuitas atau return on equity PT Garam Tbk?

Jawaban:

ROE = (Laba bersih setelah bunga dan pajak : Total modal) x 100%

ROE = (Rp.117.500.000.000 : Rp.940.000.000.000) x 100% = 12,5%

Nilai dari return on equity menunjukan nilai 12,5%, hal tersebut berarti masih belum maksimal-nya perusahaan dalam mengelola modalnya. Karena nilai tersebut masih dibawah standar industry sejenis yaitu sebesar 15%.

5. Contoh Perhitungan Return on Assets. Misalnya dalam laporan keuangan per 31 Desember 2021, laba bersih PT Indonesia Tbk adalah sebesar Rp. 1.713.000.000.000. Sedangkan untuk total asset atau aktivanya adalah sebesar Rp. 61.433.000.000.000. Ditanya: Berapa nilai dari retun on assets (ROA) PT Indonesia Tbk?

Jawaban:

Retun on assets = (Laba bersih setelah bunga dan pajak : Total asset atau aktiva) x 100%

Return on assets = (Rp.1.713.000.000.000 : Rp.61.433.000.000.000) x 100 % = 2,79%

Jadi ROA dari PT Indonesia Tbk adalah sebesar 2,79%. Angka tersebut menunjukan hasil yang kurang baik bagi suatu perusahaan karena masih dibawah standar industry sejenis yaitu sebesar 9%.

Hal tersebut bisa saja disebabkan oleh keputusan yang diambil perusahaan yang sengaja untuk memakai hutang dalam jumlah besar, dan beban bunga yang tinggi. Hal tersebutlah yang menjadi penyebab laba bersih menjadi relative lebih rendah.


Bacaan Lainnya

Unduh / Download Aplikasi HP Pinter Pandai

Respons “Ooo begitu ya…” akan lebih sering terdengar jika Anda mengunduh aplikasi kita!

Siapa bilang mau pintar harus bayar? Aplikasi Ilmu pengetahuan dan informasi yang membuat Anda menjadi lebih smart!

Sumber bacaan: Wikipedia, Corporate Finance Institute

Pinter Pandai “Bersama-Sama Berbagi Ilmu”
Quiz | Matematika | IPA | Geografi & Sejarah | Info Unik | Lainnya | Business & Marketing

Anggaran Tak Bersisa (Zero Base Budgeting) | Definisi, fitur…

Anggaran Tak Bersisa Setiap tindakan yang diambil oleh perusahaan berasal dari proses tertentu: perencanaan. Perencanaan yang dinyatakan dalam bentuk investasi dan tujuan keuangan adalah...
PinterPandai
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *